| Pengaruh Publikasi Laporan Arus Kas Terhadap Volume Perdagangan Saham |
| Written by Darwanto | ||||||
| Sunday, 26 October 2008 00:00 | ||||||
|
Prolog Komparasi Yen (1999) melakukan analisis mengenai pengaruh publikasi laporan arus kas terhadap volume perdagangan saham di pasar modal. Secara umum laporan arus kas dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap volume perdagangan saham. Penelitian tersebut menghasilkan adanya hubungan positif antara arus kas dari aktivitas operasi (AkOp) dan antara arus kas dari aktivitas Investasi (AkIn) terhadap volume perdagangan saham. Sedangkan antara arus kas dari aktivitas pendanaan (AkDa) menunjukkan hubungan yang negatif terhadap volume perdagangan saham. Laporan aliran kas dapat memberi informasi mengenai likuiditas perusahaan, fleksibilitas keuangan perusahaan, dan kemampuan operasional perusahaan (M. Hanafi & Abdul Halim, 2000: 60). Dalam melakukan analisis investasi, investor seringkali menggunakan informasi dalam laporan arus kas yang lebih mencerminkan likuiditas daripada informasi laba akuntansi. Meskipun para investor menyatakan bahwa mereka menaruh perhatian pada earning, sesungguhnya mereka hanya tertarik pada deviden yang akan diterima dan nilai tunai investasinya (Prastowo D. & Rifka Juliaty, 2002: 28). Informasi laba akuntansi sering diragukan akurasi dan obyektifitasnya karena komponen akrualnya, hal ini dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan Daito (2005) yang menunjukkan bahwa laba akuntansi yang diumumkan melalui laporan keuangan merupakan informasi yang belum begitu relevan bagi pemodal dalam melakukan keputusan investasi. Laba akuntansi mengandung komponen-komponen akrual yang berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya sehingga sulit diperbandingkan.Hastuti dan Sudibyo (1998) mencoba menguji pengaruh publikasi laporan arus kas terhadap pengambilan keputusan investor. Ada tidaknya pengaruh dilihat dari perubahan volume perdagangan saham yaitu selama dua tahun sebelum hingga dua tahun setelah publikasi laporan keuangan dan laporan arus kas. Hasil dari penelitiannya menunjukkan bahwa pada periode dua tahun setelah publikasi laporan keuangan rata-rata volume perdagangan saham diseputar tanggal publikasi mengalami peningkatan. Selain itu, publikasi laporan arus kas juga menimbulkan reaksi berupa perbedaan yang signifikan antara rata-rata volume perdagangan relatif sebelum dengan setelah adanya publikasi. Hal ini memberikan bukti empiris bahwa para investor sudah memanfaatkan informasi yang terkandung dalam laporan arus kas untuk pengambilan keputusan investasi. Naimah (2000) meneliti mengenai pengaruh dari kandungan informasi laba akuntansi dan komponen arus kas terhadap harga saham. Variabel total arus kas secara signifikan berpengaruh terhadap harga saham. Sedangkan variabel laba akuntansi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Penelitian yang dilakukan Triyono & Hartono (2000) menunjukkan hasil yang konsisten dengan Naimah (2000), bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara arus kas dari aktivitas pendanaan, investasi dan operasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Laporan laba rugi tidak menunjukkan ‘timing’ arus kas dan akibat operasi perusahaan terhadap likuiditas dan solvabilitas (Prastowo D. & Juliaty, 2000: 27).
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
Who's Online?
We have 1 guest online





![]() | Today | 66 |
![]() | Yesterday | 84 |
![]() | This week | 66 |
![]() | This month | 460 |
![]() | All | 42172 |


Laporan aliran kas dapat memberi informasi mengenai likuiditas perusahaan, fleksibilitas keuangan perusahaan, dan kemampuan operasional perusahaan (M. Hanafi & Abdul Halim, 2000: 60). Dalam melakukan analisis investasi, investor seringkali menggunakan informasi dalam laporan arus kas yang lebih mencerminkan likuiditas daripada informasi laba akuntansi. Meskipun para investor menyatakan bahwa mereka menaruh perhatian pada earning, sesungguhnya mereka hanya tertarik pada deviden yang akan diterima dan nilai tunai investasinya (Prastowo D. & Rifka Juliaty, 2002: 28). Informasi laba akuntansi sering diragukan akurasi dan obyektifitasnya karena komponen akrualnya, hal ini dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan Daito (2005) yang menunjukkan bahwa laba akuntansi yang diumumkan melalui laporan keuangan merupakan informasi yang belum begitu relevan bagi pemodal dalam melakukan keputusan investasi. Laba akuntansi mengandung komponen-komponen akrual yang berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya sehingga sulit diperbandingkan.











