cara merawat ikan cupang atau betta fish

Cara Merawat Ikan Cupang yang Harus Kamu Tahu

86 / 100

Tahu cara merawat ikan cupang berarti paham apa yang membuatnya senang dan sehat. Termasuk memahami apa yang menyebabkan stres dan penyakit, biar kamu bisa mencegah. Dalam panduan ini, kamu bakal mempelajari semua kebutuhan untuk membangun lingkungan yang sehat bagi ikan cupang. Termasuk ukuran tangki, kualitas dan perawatan air, pemberian makan, dan banyak lagi.

Dengan perawatan yang tepat, cupang Anda bisa hidup hingga sepuluh tahun meskipun rata-rata umurnya 2-4 tahun. Perbedaan ini sebagian besar disebabkan oleh kesalahan informasi di toko hewan peliharaan, di internet, dan dari pemilik cupang lainnya. Ikan cupang adalah spesies ikan yang cantik, cerdas, dan layak mendapat perawatan tepat.

Untuk cara merawat ikan cupang yang baik membutuhkan sedikit pengetahuan dan tanggung jawab, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Cupang cukup murah untuk dibeli dan dipelihara, dan mereka bisa jadi teman baikmu selama bertahun-tahun.

Kalau kamu membaca ini, kemungkinan besar kamu sudah memiliki ikan cupang di rumah. Kalau belum, mari tanam pengetahuan cara merawat ikan cupang sebelum membelinya. Kamu bisa memulainya dari artikel pengetahuan dasar ikan cupang atau betta fish.

Mengetahui cara merawat ikan cupang sebelum kamu membelinya akan memudahkan proses perawatan selama pemeliharaan, terutama saat membeli tangki ikan dan aksesoris lainnya untuk pertama kali.

Daftar periksa

Kamu harus bisa mengenali perbedaan antara cupang yang sehat dan yang sakit, karena ini mempengaruhi cara merawat ikan cupang.

Saat pertama membeli ikan cupang, pastikan memilih yang sehat. Tapi pengasuh berpengalaman yang tahu cara merawar ikan cupang dengan baik, bisa membeli cupang yang sakit dan merawatnya sampai kembali sehat walafiat.

Di bawah ini adalah karakteristik umum cupang yang sehat dan sakit.

Sehat

  • Berenang untuk menyelidiki sewaktu kamu dekati wadahnya
  • Agresif dan mungkin menyerangmu
  • Warnanya cerah, terutama bagi cupang jantan
  • Merasa lapar dan makan secara teratur
  • Sirip tidak rusak

Sakit

  • Kehilangan nafsu makan untuk waktu yang lama
  • Lesu dan sering ngumpet
  • Warna kusam, terutama pada jantan
  • Sirip robek dengan ujungnya hitam
  • Bercak putih di tubuh atau mulut
  • Gerakan renangnya tidak normal
  • Sesak napas
  • Sirip terjepit
  • Bengkak

Ukuran aquarium atau tangki ikan cupang

akuarium untuk cara merawat ikan cupang
  • Disarankan cukup untuk menampung air sekitar 19 liter, paling sedikit 10 liter
  • Tangki yang lebih kecil bakal bikin sering bikin kamu bersih-bersih
  • Jangan ditaruh di mangkuk atau semacamnya
  • Ikan cupang adalah pelompat ulung, selalu tutup tangki atau aquariumnya
  • Tapi jangan menutupi permukaan airnya. Kalau memang perlu, pilih tangki besar agar bisa diisi banyak air
  • Ikan cupang membutuhkan siklus cahaya siang dan malam yang alami
  • Hati-hati menempatkan lebih dari satu cupang di dalam tangki, karena bisa sering cekcok
  • Jangan pernah menempatkan dua ekor jantan, atau seekor jantan dan betina di tangki yang sama kecuali untuk berkembang biak
  • Cupang betina bisa hidup bersama dalam “perkumpulan betina” yang terdiri dari 5 ekor atau lebih
  • Kalau mau menampung dua cupang dalam satu tangki, gunakan pembatas untuk memisahkan

Ukuran tangki paling minimal untuk cupang yang sehat adalah sekitar 10 liter air, sedangkan ukuran idealnya sekitar 19 liter atau lebih. Tangki yang lebih besar bakal lebih mudah untuk mempertahankan siklus nitrogen dan suhu, serta memerlukan lebih sedikit pembersihan. 

Salah satu mitos terbesar dalam cara merawat ikan cupang adalah anggapan bahwa mereka bisa hidup dengan baik di dalam mangkuk atau vas kecil. Mari kita bahas untuk meluruskan kesalahpahaman dalam cara merawat ikan cupang ini.

Sebagai gambaran, kamu sendiri apa bisa hidup bertahan di dalam kotak kayu kecil meskipun diberi makanan dan air? Kamu pasti tidak bahagia dan gampang sakit-sakitan.

Di alam liar, cupang splenden memang hidup di aliran air dangkal yang kekurangan oksigen, area persawahan, dan genangan air. Tetapi biasanya di daerah tersebut volume airnya masih banyak. Ikan cupang butuh ruang untuk berenang dan tempat buat sembunyi. Selain itu, kamu bakal lebih senang melihat mereka punya banyak ruang untuk beraksi.

Jangan pernah mengisi tangki dengan volume maksimum. Ikan cupang sering naik ke permukaan untuk menghirup udara menggunakan organ labirin yang unik. Organ labirin memungkinkan mereka menghirup oksigen dari udara dan tidak hanya air lewat insangnya. 

Itulah alasannya ikan cupang tidak butuh pompa udara. Pastikan juga kamu punya penutup tangki, karena cupang adalah pelompat andal dan bisa langsung melompat keluar dari tangki. Ini sering terjadi.

Cahaya: Alami dan Buatan

Cahaya menjadi salah satu bagian penting dalam cara merawat ikan cupang yang baik. Ikan cupang butuh cahaya alami atau buatan saat mereka terjaga di siang hari, dan kegelapan di malam hari agar bisa tidur. Ini akan membantu mengatur jam biologis mereka. Tanaman dan dekorasi lainnya memberikan keteduhan kalau mereka ingin keluar dari pencahayaan langsung untuk jangka waktu tertentu.

Hindari sinar matahari langsung memasuki tangki, karena bisa dengan cepat menaikkan suhu air ke tingkat yang berbahaya, dan memicu pertumbuhan lumut yang tidak diinginkan. 

Pencahayaan buatan disarankan, dengan cara menempatkan habitat ikan cupang jauh dari jendela. Dengan begitu kamu bisa mengontrol lampu yang menyala di siang hari, dan mati di malam hari dengan satu sentuhan tombol.

Teman setangki

Beberapa cupang kelewat agresif buat hidup bersama penghuni lain, tetapi mereka bisa saja rukun dengan teman setangki tertentu yang tidak agresif dan tidak memiliki warna cerah atau sirip panjang. 

Alasan mengapa cupang dikenal sebagai ikan aduan Siam adalah karena sifat agresif jantannya yang mencolok. Ini memang merupakan bagian dari susunan genetik mereka.

Gunakan tangki berukuran 30-40 liter, atau lebih besar, untuk menyediakan ruang yang cukup bagi habitat cupang. Penambahan ruang di tangki yang lebih besar akan menurunkan naluri teritorial dan agresi terhadap jenis ikan tertentu. 

Jangan pernah menempatkan dua pejantan di dalam tangki yang sama, karena mereka bakal saling gigit, kemungkinan besar sampai salah satunya mati atau stres berat. Ini kejam dan tidak boleh dilakukan! Cupang jantan juga tidak boleh ditempatkan dengan perempuan, kecuali saat mereka mau berkembang biak untuk waktu yang singkat dan kemudian dipisahkan lagi.

Cupang jantan bisa menunjukkan perilaku agresif terhadap betina. Tapi betina masih bisa hidup bareng dalam kelompok yang terdiri dari lima ekor atau lebih. Syaratnya, ukuran tangki harus dua kali lipat, 40 liter atau lebih. 

Tanaman, tempat sembunyi, dan dekorasi

  • Ikan cupang membutuhkan tanaman dan tempat persembunyian agar merasa aman
  • Tirulah habitat alami ikan cupang untuk mengurangi stres
  • Tanaman hidup bagus untuk manfaat pembersihan tangki
  • Tanaman dan daun palsu sebaiknya sutra dan bukan plastik tajam
  • Hati-hati dengan setiap ujung runcing atau tajam pada tempat persembunyian dan dekorasi

Bagian utama dari cara merawat ikan cupang adalah memastikan mereka senang dan tidak stres. Cara terbaik untuk itu adalah dengan meniru habitat aslinya. Ikan cupang sangat suka tempat bersembunyi agar merasa aman, terutama saat tidur. 

Habitat asli cupang punya banyak tempat untuk bersembunyi, seperti bebatuan, tumbuhan, dan kayu-kayu. Tanaman hidup adalah yang terbaik untuk akuarium karena lunak dan dapat membantu menghilangkan amonia dari air..

Tapi jangan khawatir, tanaman buatan juga baik-baik saja, dan harganya murah serta tahan lama. Saat ini sudah banya tanaman buatan yang terlihat hampir sama dengan aslinya. Meski begitu tetap hati-hati dengan tanaman dan dekorasi buatan karena dapat merusak sirip ikan cupang.

Kayu gelondongan dan tempat persembunyian lainnya juga harus diperiksa, jangan sampai ada bagian runcing atau tajam. Kalau perlu diamplas halus. Tes tanaman atau dekorasi yang mau dipasang dengan menggeseknya ke tisu atau kain yang mudah robek. kalau sampai robek, kemungkinan besar begitu juga nasib sirip halus cupang nanti.

Jangan sampai niat menjalankan cara merawat ikan cupang yang baik malah jadi bumerang.

Suhu dan kualitas air

  • Pertahankan habitat tropis pada suhu 24,5-27 derajat celcius
  • Ikan cupang lebih menyukai air pada kisaran pH 6,5-7,5
  • Idealnya amonia harus 0 ppm
  • Nitrat harus kurang dari 40 per ppm
  • Nitrit idealnya harus nol per ppm
  • Gunakan kondisioner air/deklorinator kalau memakai air keran untuk ikan cupang
  • Gunakan termometer akuarium untuk memantau suhu
  • Filter mengurangi kadar amonia, nitrat, dan nitrit, serta memelihara bakteri sehat
  • Hindari perubahan drastis pada suhu air dan kualitas air
  • Gunakan test strip untuk memantau parameter air

Ikan cupang berasal dari iklim tropis di Thailand sehingga membutuhkan air hangat di dalam akuariumnya. Jangan pernah membiarkan suhu air di tangki turun di bawah 18,5 derajat, atau di atas 27 derajat celcius. Idealnya, suhu air harus terjaga dalam kisaran 24,5-27 derajat celcius.

Suhu ruangan penyimpanan tangki atau akuarium juga harus jadi perhatian dalam cara merawat ikan cupang. Termasuk pemakaian ac atau tidak. Kalau terlalu dingin, ikan cupang akan sembunyi dan akhirnya sakit. Begitu juga kalau terlalu panas. Karenanya mengukur suhu air secara konstan adalah hal yang wajib bagi pemelihara cupang.

Termometer dan pemanas

Belilah termometer yang aman untuk akuarium untuk mencatat suhu air. Kalau suhunya terlalu rendah, belilah pemanas akuarium kecil (misalnya 20 watt). Pemanas yang dapat disesuaikan dan berisi termostat internal adalah solusi terbaik.

Ikan cupang sangat sensitif terhadap perubahan suhu habitat dan parameter air. Saat mengubah suhu dan kondisi air, lakukan secara perlahan. Perubahan mendadak dapat membuat ikan stres, bahkan hingga sakit.

Filter

Meski tidak wajib, filter sangat dianjurkan untuk ukuran akuarium yang lebih besar dari 13 liter. Filter mengurangi bakteri berbahaya sekaligus mendukung bakteri sehat, dan sangat membantu dalam hal pemeliharaan tangki dan cara merawat ikan cupang. Filter relatif murah dan lebih bagus kalau dipasang lengkap dengan alat-alat pendukung..

Tapi ingat, ikan cupang bukanlah perenang yang kuat. Karena itu filter bisa membuat mereka stres jika arusnya terlalu kuat. Agitasi air yang berkepanjangan bisa bikin sirip cupang robek, stres akut, dan bahkan kematian. Pilih filter yang dapat disesuaikan atau direkomendasikan untuk ikan cupang.

Air

Air yang ditambahkan ke tangki harus bebas dari klorin dan kontaminan lainnya. Kalau kamu menggunakan air keran, pastikan untuk menggunakan kondisioner air untuk menghilangkan klorin, kloramin, amonia, dan logam berat lainnya. 

Langkah itu mencegah potensi bahaya atau kematian. Jangan pernah menggunakan air suling tanpa mineral, karena semua mineral penting yang dibutuhkan ikan cupang untuk berkembang biak telah terkikis.

Ikan cupang lebih suka pH airnya sedikit asam. Paling bagus pada kisaran pH 6,5 sampai 7,5 (7 netral). Air keran dan mata air mungkin jauh lebih tinggi dari 7,5. Artinya kamu harus selalu menguji air sebelum menambahkannya ke akuarium. Pertimbangkan untuk membeli pH kit untuk mengetes air sering-sering.

Pertimbangkan juga untuk menambahkan garam akuarium untuk mengurangi stres dan pembengkakan, juga buat meningkatkan kesehatan sirip.

Perawatan, pembersihan, dan pemeliharaan habitat

  • Habitat yang bersih membuat ikan cupang sehat dan bahagia
  • Cara merawat ikan cupang yang tepat mencakup jadwal perawatan yang rutin
  • Tangki non-filter dan yang lebih kecil harus lebih sering dibersihkan
  • Jangan membersihkan akuarium dan dekorasinya dengan sabun
  • Cuka putih suling dan pemutih biasa dapat digunakan sebagai bahan pembersih
  • Hanya pindahkan ikan cupang saat siklus penggantian air 100%
  • Pantau parameter air dengan alat uji dan strip

Menjaga kebersihan tangki cupang adalah bagian sangat penting dalam cara merawat ikan cupang. Ini dilakukan untuk kesehatan dan kebahagiaannya. Saat ikan cupang makan, mencerna, dan akhirnya membuang kotoran, semuanya bertumpuk di dalam akuarium. Karenanya semakin kecil tangki, semakin cepat tercemar.

Satu masalah paling sering terjadi adalah, ikan cupang terpapar peningkatan kadar amonia dan nitrit secara terus-menerus. Kualitas air menurun karena tumpukan amonia dari limbah dan makanan yang tidak dimakan. Ini membuat tingkat pH air berubah dari kisaran yang sehat. Ikanmu akan berenang di limbahnya sendiri dan lama kelamaan bisa sakit, bahkan mati. 

Karena itu filter yang baik dapat membantu menjaga ekosistem dan membentuk bakteri sehat dalam tangki berukuran 15 liter atau lebih. Meski begitu filter tidak disarankan untuk tangki yang lebih kecil dari 15 liter.

Seberapa sering tangki harus dibersihkan ?

Jadwal pembersihan dan pemeliharaan rutin wajib dijalankan. Tangki di bawah 15 liter membutuhkan penggantian air yang lebih sering untuk menghindari tingkat amonia yang berbahaya. Nambah kerjaan kan?

Untuk tangki tanpa filter, membutuhkan penggantian air 100% setiap minggu (tergantung kualitas air). Tangki berkapasitas 23 liter dan dilengkapi filter hanya membutuhkan penggantian air 100% setiap sebulan sekali, tergantung kualitas air.

Simpan pH kit di tempat persediaan untuk sering-sering menguji kualitas air. Ingat, menambahkan tanaman hidup juga bisa membantu mengurangi kadar amonia di dalam air secara alami.

Siklus air (mengurangi sebagian air dan menambahkan yang baru) dan siklus penggantian air (penggantian air seluruhnya) tetap diperlukan untuk tangki yang disaring, lebih-lebih pada di habitat yang tidak disaring. Kalau kamu cuma melakukan siklus air, jangan keluarkan cupang. Perpindahan tempat terlalu sering bisa menyebabkan stres dan cedera. Hanya keluarkan ikan cupang saat penggantian air keseluruhan.

Ikan cupang terbiasa dengan ekosistemnya dan tidak suka perubahan mendadak. Karena itu, kamu mesti melakukan siklus air lebih banyak daripada siklus penggantian air. Membuang terlalu banyak air yang ada di dalam akuarium dan kemudian menambahkan air, bisa bikin ikan kamu syok. 

Mungkin hal itu disebabkan oleh perubahan parameter atau suhu air. Selalu lakukan penyesuaian iklim pada ikan cupang saat memasukkannya kembali ke akuarium setelah siklus penggantian air..

Melakukan siklus air, dengan membuang 25-50% air tangki, lalu mengisi ulang dengan air bersuhu, volume, dan deklorinasi pH yang sama, adalah cara merawat ikan cupang yang paling aman. 

Cara membersihkan tangki dan dekorasi tangki

Membersihkan tangki dan dekorasinya sangat penting untuk kesehatan ikan cupang. Gunakan dekorasi akuarium yang aman untuk ikan. Pakai tongkat pembersih magnet atau ganggang untuk menghilangkan ganggang secara teratur saat tangki terisi.

Filter dan medianya harus dibersihkan dengan membilasnya di air tangki, untuk mengawetkan bakteri sehat. Komponen lain harus dibersihkan dan didesinfeksi. Jangan pernah membersihkan tangki atau komponennya dengan sabun! 

Bekas sabun sulit dibersihkan dan bisa meracuni ikan cupang setelah tangki terisi ulang.

Semua dekorasi yang ada dan yang baru (termasuk batu) harus dicuci bersih dengan air panas untuk menghilangkan debu, lumut,  dan kontaminan lain. Kalau mau meningkatkan daya pembersihan, kamu bisa memakai cuka putih suling untuk menghilangkan noda dan bau yang membandel.

Pemutih biasa yang bebas dari deterjen dan parfum adalah pilihan pembersihan lain yang bagus, terutama setelah cupang menderita penyakit. Gunakan campuran 10%: 9 gelas air untuk 1 gelas pemutih. 

Tapi jangan biarkan campuran pemutih bertahan di akuarium atau permukaan dekorasi lebih dari 10 menit. Bilas, bilas, dan bilas lagi semua permukaan dengan air bersih untuk menghilangkan sisa-sisa pemutih sebelum diisi ulang.

Makanan

  • Ikan cupang adalah karnivora, mereka butuh makanan kaya protein
  • Jangan biarkan bagian atas tangki tidak terhalang, sebab mereka pelompat ulung
  • Ikan cupang cenderung pilih-pilih makanan 
  • Makan berlebihan menyebabkan banyak masalah kesehatan cupang
  • Beri makan 2-4 pelet, 1 hingga 2 kali sehari
  • Makanan yang bervariasi adalah diet terbaik
  • Bagian dari cara merawat ikan cupang berarti memberi makan secara teratur

Ikan cupang membutuhkan makanan khusus karena termasuk karnivora dan suka daging. Di alam liar, cupang memakan serangga dan larvanya di permukaan air. Meniru llingkungan makan dan makanan mereka akan membuat mereka bahagia dan sehat.

Makanan cupang tersedia dalam berbagai variasi termasuk pelet, flake, makanan kering beku. Bahan yang paling umum adalah daging, ikan, dan artemia. Jangan memberi menu lainnya, karena cupang butuh banyak protein dalam daging.

Ikan cupang juga bisa pilih-pilih lauk makan. Kalau makananmu ditolak, mungkin artinya kamu perlu ganti menu, campuran, atau merk berbeda, sampai ketemu yang tepat. Ikan cupang juga suka snack, tetapi hati-hati jangan sampai berlebihan dan membuat mereka lebih pilih snack ketimbang makanan utama.

Cacing darah dan artemia adalah makanan favorit cupang. Beberapa pemilik lebih suka menggunakan cacing darah atau artemia sebagai sumber makanan eksklusif mereka. 

Peternak cupang juga mesti menghindari pelet dan flake pabrikan, dan mesti memilih makanan hidup untuk persiapan kawin. 

Bagian paling penting dari memberi makan cupang, adalah memastikan pola makan yang kaya dan bervariasi.

Makan berlebihan

Susah buat mengukur seberapa banyak makanan yang harus diberi kepada cupang. Label makanan seringkali tidak jelas informasinya. 

Ukuran umumnya, perut cupang kira-kira cuma sebesar mata mereka. Sementara pelet bisa mengembang setelah tertelan. Karena itu perhitungkan baik-baik. Makan berlebihan menyebabkan kembung, sembelit, masalah kandung kemih, dan penumpukan makanan di dalam akuarium, yang bisa jadi sumber racun.

Buatlah jadwal makan yang teratur. Kalau kamu memberi makan ikan cupang dua kali sehari, beri maksima 2-3 pelet setiap pemberian. Kalau memberi makan sekali sehari, harus 3-4 pelet.

Berhati-hatilah, ikan cupang bisa menolak makan saat stres, terutama saat pertama kali dibawa pulang. Mereka bisa bertahan 14 hari tanpa makanan sebelum mereka mati kelaparan, sama seperti manusia.

Kalau kamu akan pergi selama 2-3 hari, jangan pernah memberi makanan tambahan. Lebih baik membiarkan cupang pergi tanpa makanan daripada memasukkan banyak sekaligus. Selain tidak dimakan, itu cuma akan mengotori tangki.

Cara merawat ikan cupang bisa berbeda-beda

Perawatan ikan cupang betina dan cupang jantan hampir mirip. Keduanya membutuhkan parameter air, makanan, ukuran tangki, dan dekorasi/tanaman yang sama. Jantan dan betina mungkin perlu jenis perawatan yang berbeda sebelum, selama, dan setelah kawin, tetapi itu bahasan lain. 

Sementara cupang betina yang bisa hidup berdampingan bersama dalam gengnya mungkin akan membutuhkan langkah perawatan berbeda juga.

Benih ikan cupang (bayi) membutuhkan perawatan khusus selama masa pengasuhan. Mereka perlu makanan khusus untuk bertahan hidup karena belum bisa memasukkan sebagian besar pelet ke dalam mulutnya. Pengasuhan benih cupang harus dilakukan oleh yang berpengalaman.

Ada lebih dari 70 spesies ikan cupang yang berbeda, cupang splenden yang paling populer dijual di lapak-lapak. Cupang splendens punya banyak variasi ekor akibat pembiakan selektif, tapi pada dasarnya semua membutuhkan tingkat dan jenis perawatan yang sama. Ini termasuk, namun tidak terbatas pada, crowntail, veil tail, double tail, delta tail, butterfly, dan halfmoon.

Jadwal yang tepat untuk perawatan Ikan cupang

Berikut adalah siklus yang baik dalam cara merawat ikan cupang, baik dalam hitungan harian, mingguan, atau bulanan.

Harian:

  • Pastikan suhu air antara 24.5-27 derajat celcius
  • Perhatikan perilaku aneh, tanda-tanda penyakit atau kerusakan sirip
  • Periksa pemanas, filter, dan peralatan lainnya.
  • Beri makan ikan cupang.

Mingguan:

  • Siklus air 20% -40% air setiap minggu untuk tangki yang lebih besar
  • Ganti 100% air untuk tangki yang lebih kecil (misalnya 11 liter)
  • Pertimbangkan memberi jadwal puasa bagi cupang, satu hari dalam seminggu untuk kesehatan pencernaan
  • Bersihkan makanan dan limbah yang tidak dimakan
  • Periksa pH dan tingkat bakteri.

Bulanan:

  • Periksa fungsi filter, ganti media seperlunya
  • Pangkas tanaman hidup, bersihkan tanaman palsu, dekorasi, dan alga
  • Patuhi jadwal siklus air dan siklus penggantian air 100% pada tangki berukuran 19 liter atau lebih
  • Bersihkan limbah dan sisa makanan
  • Periksa kualitas air dan tingkat pH.

Cara merawat ikan cupang tidak susah kalau kamu menjadikannya rutinitas. Sebagai pemilik kamu harus selalu memantau kesehatan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan gejala penyakit. Sebagian besar disebabkan oleh kurangnya perawatan, pola makan salah, dan pemeliharaan tangki yang buruk.

Dengan panduan ini kamu sudah punya mengetahui cara merawat ikan cupang yang baik.

cara merawat ikan cupang

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *