2 Cara Melakukan Siklus Nitrogen di Akuarium dan Tangki Ikan

84 / 100

Belajar soal siklus nitrogen adalah hal yang mau tidak mau mesti kamu kamu lakukan kalau memiliki akuarium sendiri.

Di artikel ini kita akan belajar cara melakukan siklus ini pada akuarium atau tangki ikan, biar kamu bisa mengondisikan habitat yang sehat buat ikanmu.

Mari kita mulai.

Apa itu siklus nitrogen?

Ada istilah siklus biologi, proses nitrifikasi, atau sindrom akuarium baru. Semuanya mengacu pada siklus yang sama, yakni siklus nitrogen.

Buat pemahaman awal, bayangkan di sekitar tempat tinggalmu penuh dengan air bekas air kencing dan kotoran. Kamu pasti merasa tidak nyaman. Lingkungan bau, rawan penyakit dan bisa bikin stress

Begitu juga ikan.

Kotoran ikan memproduksi amonia ke dalam air, yang dalam jumlah tertentu bisa membunuh ikan.

Siklus nitrogen membantu menghindari hal tersebut. Gambarannya adalah proses di mana bakteri menguntungkan terbentuk di tangki dan media filter Anda, memungkinkan amonia (beracun) diubah menjadi nitrit (beracun), kemudian nitrit menjadi nitrat (tidak beracun).

Bakteri menguntungkan dalam filter akuarium akan melengkapi lingkungan ikan dengan menetralkan limbahnya.

Namun kalau kamu membiarkan kadar nitrat menjadi terlalu tinggi, hal itu dapat menyebabkan hilangnya warna/nafsu makan pada ikan cupang dan memungkinkan alga berkembang. Karena itulah pergantian air tetap perlu dilakukan.

Berapa lama proses siklus nitrogen?

Ada yang bilang dua minggu, sampai dua bulan. Yang pasti kamu harus melakukannya, dan rutin memantau siklusnya setiap hari kalau berencana memelihara ikan.

Cara terbaik untuk mengondisikan siklus nitrat adalah dengan membeli test kit akuarium untuk memeriksa kadar amonia, nitrit, nitrat, dan level pH.

Selama proses ini kadar amonia bakal naik dan turun lagi saat nitrit mulai muncul. Sementara nitrat tidak akan muncul sampai kadar nitrit di akurium sampai level signifikan. Sampai level yang pas, nitrat akan terbentuk dan kadar nitrit akan turun.

Kalau kadar nitrit sudah tidak terdeteksi, insya Allah sudah aman memasukkan ikan ke akuarium

Linimasa siklus nitrogen

Proses siklus nitrogen melibatkan tiga tahap:

Tahap 1: Amonia
Tahap 2: Nitrit
Tahap 3: Nitrat

Tahap 1: Amonia

Muncul di akuarium dari kotoran ikan dan sisa makanan. Hasilnya tergantung level pH di akuarium. Kalau di bawah 7 akan menghasilkan amonium terionisasi (NH4). Di atas 7 akan menghasilkan amonia (NH3).

Amonia akan terus tumbuh sampai bakteri yang memakannya mulai terbentuk. Akuarium kelihatan keruh saat bakteri ini mulai terbentuk.

siklus nitrogen pada akuarium1
Akuarium menjadi keruh karena kemunculan baktei pemakan amonia

Ketika tingkat amonia melonjak lalu menurun, masuklah fase kedua.

Tahap 2: Nitrit

Kadar nitrit akan naik saat amonia turun. Nitrit adalah produk sampingan dari bakteri bernama nitrosomonas. Organisme ini akan mengoksidasi amonia, mengubahnya menjadi nitrit.

Pada dasarnya amonia dan nitrit sama-sama beracun bagi ikan.

Meski begitu, seperti di tahap pertama, kamu harus meningkatkan kadar nitrit sampai koloni bakteri yang memakannya terbentuk. Level nitrit mulai naik pada akhir minggu pertama atau selama minggu kedua.

Tahap 3: Nitrat

Ini produk akhir dari siklus nitrogen. Setelah kadar nitrit sampai di titik tertentu, bakteri yang disebut nitrobacter akan berkembang. Mereka mengubah nitrit menjadi nitrat.

Ketika kadar nitrit dan amonia mencapai 0ppm, selamat, akuariummu telah melewati siklus nitrogen dengan sukses.

Tapi bukan berarti kamu sudah bisa ongkang-ongkang kaki. Nitrat memang tidak beracun dalam konsentrasi rendah, tetapi kalau sampai di atas 20ppm (tergantung spesiesnya), mereka bisa jadi beracun. Jadi kamu tetap harus memantau.

Ada dua metode yang bisa dilakukan buat mempertahankan level nitrat yang aman. Lakukan siklus air secara teratur (penggantian 20-50% air di akuarium setiap 1-4 minggu, tergantung kadar stok).

Siklus air juga membantu menghilangkan zat-zat beracun dan limbah dari akuarium, sambil mengisi kembali zat-zat yang dibutuhkan tanaman dan ikan di akuarium.

Kalau kamu punya akuarium ikan tawar, kamu bisa menambah tanaman akuarium yang dapat membantu mengonsumsi sebagian nitrat.

Sementara kalau akuarium ikan air asin, bebatuan hidup dan lapisan pasir bisa jadi area anaerob di mana bakteri denitrifikasi dapat mengubah nitrat menjadi gas nitrogen yang aman.

Pusing, deh, sama istilah-istilahnya!

Hehehe, kalau begitu langsung praktik siklus nitrogen di akuarium deh.

Ada dua metode yang bisa kamu lakukan: Siklus nitrogen dengan ikan dan siklus nitrogen tanpa ikan.

Mari mulai metode pertama.

Siklus nitrogen dengan ikan

Sebelumnya kamu mesti tahu, ini bukan metode yang dianjurkan. Ikan di akuarium bakal terpapar amonia dan nitrit selama proses tersebut dan banyak yang tidak selamat.

Sekurangnya kamu berisiko bikin ikan jadi stres, yang bisa jadi penyebab penyakit.

Namun, beberapa spesies dapat mengatasinya lebih baik dari yang lain. Dan jika Anda membuat kesalahan dengan membeli akuarium dan ikan pada hari yang sama, ini mungkin satu-satunya pilihan Anda.

Langkah 1: Memasukkan hardy fish ke akuarium

Hardy fish adalah istilah untuk jenis-jenis ikan yang perawatannya mudah karena punya daya tahan kuat. Yang masuk dalam jenis ini misalnya Neon Tetra, Danio, Platy, Guppy, termasuk juga ikan cupang, dan lain-lain.

Tujuan memasukkan hardy fish adalah untuk mengisi akuarium dengan ikan yang menghasilkan limbah, sekaligus yang kuat bertahan dalam kadar amonia dan nitrit tinggi dalam waktu cukup lama, ssampai bakteri menguntungkan tumbuh.

Tambahkan kira-kira 1-2 ekor ikan per 45 liter air. Kalau terlalu banyak nanti malah jadi sarang limbah.

Langkah 2: Memberi makan

Beri makan ikan secukupnya selama siklus nitrogen, jangan sampai berlebihan. Sebagai pedoman umum, beri makan setiap dua hari sekali, dengan ukuran makanan sedang.

Kalau terlalu banyak, limbah kotoran dan sisa makan juga bakal lebih banyak. Akuarium bakal penuh racun sebelum bakteri baik tumbuh.

Langkah 3: Pergantian air

Ikan akan terpapar amonia dan nitrat dalam jumlah yang berpotensi mematikan, jadi penggantian air secara teratur adalah suatu keharusan. Ini akan membantu agar tingkat racun tidak terlalu tinggi.

Lakukan penggantian air 10-25% setiap 2-3 hari. Lebih dari itu, malah berisiko menghilangkan amonia dan nitrit yang dibutuhkan oleh bakteri menguntungkan.

Pastikan Anda menambahkan dechlorinator ke dalam air. Menambahkan klorin/kloramin akan membunuh bakteri dan merusak proses siklus nitrogen.

Langkah 4: mengetes tingkat racun

Di atas sempat dibahas kamu harus punya test kit air agar dapat memantau kadar amonia dan nitrit.

Meskipun tidak penting untuk menguji amonia, tapi zat ini sangat beracun. Jadi mencatat perubahan jumlah amonia dalam akuarium akan membantumu merawat ikan selama siklus berlangsung.

Tes kit nitrat harus dimiliki. Seperti sudah didiskusikan, awalnya tidak akan ada nitrit di tangki, tetapi setelah beberapa hari level nitrit akan naik.

Pengetesan penting karena kamu harus tahu kapan level racun turun kembali ke nol. Ini adalah sinyal yang menyatakan bahwa proses siklus nitrogen telah selesai.

Menguji setiap hari disarankan, dua atau tiga hari sekali juga oke.

Langkah 5: Tambah lagi ikannya

Setelah tingkat racun di akuarium sudah mencapai nol, kamu bisa mulai menambah lebih banyak ikan.

Tapi lakukan secara bertahap, satu atau dua ekor pada satu waktu. Setelah setiap penambahan, tunggu sekitar satu minggu dan uji air lagi. Jika kadar amonia dan nitrit masih rendah, tambah lagi.

Di sini kesabaran sangat penting. Menambah terlalu banyak ikan sekaligus akan meningkatkan kadar amonia dan nitrit. Ikan bakal stres mungkin sakit.

Siklus nitrogen tanpa ikan

Ini adalah metode yang lebih disarankan dan sangat populer, karena tidak menyiksa ikan.

Langkah 1: Menumbuhkan amonia

Kamu harus menciptakan lingkungan yang memproduks amonia dalam akuarium. Tapi tanpa ada ikan, bagaimana caranya?

Cara sederhananya adalah memasukkan makanan ikan ke dalam akuarium. Jumlah sama seperrti waktu memberi makan ikan. Lakukan setiap 12 jam.

Tunggu serpihan mulai membusuk dan melepaskan amonia ke dalam akuarium.

Langkah 2: mengetes kadar amonia

Lakukan tes selama beberapa waktu untuk mencari level amonia 3ppm. Kalau belum cukup, tambah makaan dan biarkan membusuk.

tes air setiap dua hari sekali, dan coba pertahankan kadar amonia pada 3ppm. Bakteri nitrosomonas akan mulai tumbuh dan mengkonsumsi amonia.

Setiap level amonia turun di bawah 3ppm, tambah lagi makanannya. Lanjutkan selama kira-kira seminggu.

Langkah 3: Mengetes nitrit

Setelah seminggu proses pembentukan amonia seharusnya selesai. Ini saatnya kamu mengetes kandungan nitrit. Begitu terdeteksi ada kandungan nitrit, berarti siklus nitrogennya sudah dimulai. terus tambahkan asupan pembentuk amonia seperti sebelumnya.

Langkah 4: Mengetes kandungan nitrat

Setelah beberapa minggu, kamu bakal melihat kadar nitrit mulai turun. Sekarang saatnya mulai mengetes kandungan nitrat.

Kalau sudah ada, siklus nitrogen hampir selesai.

Setelah kadar amonia dan nitrit kembali ke nol, siklusnya selesai. Tapi kalau pembacaan nitrat di atas 40, kamu perlu mengganti sebagian air untuk menurunkan angka ini.

Langkah 5: Memasukkan ikan ke akuarium

Kalau amonia atau nitrit sudah tidak terdeteksi, artinya sudah aman untuk memasukkan ikan ke akuarium.

Sekali lagi, lakukan secara bertahap. Seperti disebut sebelumnya, jangan memasukkan lebih dari satu ekor ikan sekaligus. Tunggu setidaknya satu atau dua minggu sebelum menambah ikan lagi.

Jangan lupa untuk membersihkan substrat dengan semprotan selang sebelum menambahkan ikan. Jaga-jaga kalau ada bekas makanan.

Nah setelah selesai melakukan siklus nitrogen dan memasukkan ikan secara bertahap, kamu sudah bisa betul-betul bersantai sambil bercengkrama dengan teman-teman baik di dalam akuarium.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *